KASREM 131 BACAKAN AMANAT PANGDAM XIII/MDK PADA UPACARA 17SAN

September 17, 2018

KASREM 131 BACAKAN AMANAT PANGDAM XIII/MDK PADA UPACARA 17SAN

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua, Syalom, Om Swastyastu, Para Perwira, Bintara dan Tamtama serta segenap Pegawai Negeri Sipil Kodam XIII/Merdeka yang saya cintai dan saya banggakan. Puji dan syukur marilah senantiasa kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan kasih-Nya kita dapat melaksanakan Upacara Bendera Tujuh Belasan bulan September 2018 dalam suasana tertib dan khidmat. Sebagai Prajurit dan PNS TNI Angkatan Darat, kita semua harus memaknai Upacara Bendera sebagai salah satu sarana untuk menggelorakan semangat kebangsaan dan patriotisme serta menumbuhkan rasa cinta tanah air, sekaligus mengingatkan kita akan perjuangan para pahlawan kusuma bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi mengibarkan Sang Merah Putih di bumi nusantara Indonesia. Peserta upacara sekalian yang saya hormati, Pada tanggal 13 September 2018 seminggu yang lalu, Bapak Kasad telah meresmikan berdirinya Korem 133/Nani Wartabone, dengan wilayah kerja meliputi seluruh wilayah administratif Provinsi Gorontalo. Selain merupakan bagian dari grand design upaya penataan organisasi TNI AD dalam kerangka Pembangunan Kekuatan Pokok Minimum atau MEF (Minimum Essential Force), pendirian Korem ini juga untuk merespon keinginan/ permintaan pemerintah daerah dan berbagai tokoh serta elemen masyarakat lainnya atas urgensi berdirinya Korem di Provinsi Gorontalo, baik untuk meningkatkan ketahanan wilayah maupun membantu pemerintah daerah menyukseskan program-program pembangunan. Berdirinya Korem 133/Nani Wartabone juga sangat berguna untuk meningkatkan efisiensi rentang kendali satuan, sehingga kesiapsiagaan satuansatuan TNI AD yang ada di wilayah Provinsi Gorontalo dapat semakin optimal dan dapat lebih cepat lagi merespon setiap kontinjensi yang mungkin terjadi. Peserta upacara yang saya hormati, Pada kesempatan yang baik ini, saya selaku Pangdam XIII/Merdeka akan menyampaikan beberapa hal penting sebagai rujukan dan pedoman sikap, perilaku dan tindakan bagi setiap Prajurit dan PNS Kodam XIII/Merdeka.Pertama, bidang Intelijen. Berbagai kasus pelanggaran hukum dan disiplin para Prajurit Kodam XIII/ Merdeka harus menjadi atensi para Dansat. Ini adalah indikasi nyata turunnya moril, moral, loyalitas dan disiplin serta militansi Prajurit Kodam XIII/Merdeka. Bagaimana kita dapat memenuhi harapan Bapak Kasad yang disampaikan beberapa hari yang lalu di Brigif 22/Otamanasa Gorontalo agar tidak pernah berhenti menempa diri menjadi prajurit profesional, jika masih ada Prajurit Kodam XIII/Merdeka yang THTI dan Desersi, atau hobi mabukmabukan??? Saya peringatkan, kalian jangan jadi pengkhianat. Seperti halnya peribahasa “karena nila setitik, rusak susu sebelanga”: jangan hanya karena ulah busuk beberapa dari kalian, nama baik Kodam XIII/Merdeka dan TNI AD menjadi cemar. Terkait video viral di media maya “Anggota TNI Membawa Bendera Hitam Bertuliskan Huruf Arab” tidak usah dibesarbesarkan dan tidak usah di-share ke mana-mana, itu hanya masalah ketidak7 sengajaan saja. Anggota Kodim yang tidak tahu kalau bendera yang tergeletak di badan jalan dan kemudian dipungut untuk diamankan adalah bendera tauhid yang sering dibawa-bawa oleh massa HTI saat unjuk rasa, akhirnya “dipelintir” oleh medsos, jadilah viral yang sangat merugikan nama baik TNI di mata rakyat. Oleh karena itu, Prajurit dan PNS Kodam XIII/Merdeka harus cermat dan jeli melihat situasi. Ketahui dinamika yang berkembang, baik di lingkup lokal maupun nasional, bahkan regional dan internasional. Kedua, bidang Operasi. Bapak Kasad telah menekankan bahwa Prajurit TNI AD wajib selalu meningkatkan profesionalisme prajurit, “Jangan pernah berhenti menempa diri menjadi prajurit-prajurit profesional yang jago perang, jago tembak, jago beladiri, serta memiliki fisik yang prima.” Juga disampaikan bahwa komandan satuan harus serius dan konsisten dalam menjabarkan visi Kasad tersebut dengan menyusun program latihan yang efektif dan melibatkan seluruh anggotanya, memanfaatkan secara maksimal fasilitas latihan yang ada, dan memberdayakan pelatih-pelatih terbaik yang ada di jajaran Kodam XIII/Merdeka untuk memperoleh hasil latihan yang maksimal. Jangan lupa, pedomani prosedur latihan guna menghindari kecelakaan yang tidak perlu sehingga menyebabkan kerugian personel dan materiil satuan. Ketiga, bidang Personel. Perlu diketahui bahwa nilai jasmani yang memadai saat ini merupakan syarat mutlak untuk mengikuti seleksi pendidikan.

Dengan demikian, selain mengikuti kegiatan binjas rutin oleh satuan, setiap prajurit juga harus mau membina dirinya sendiri untuk meningkatkan nilai kesamaptaan jasmaninya masing-masing guna memperbesar peluang lulus seleksi. Para Dansat/Kabalak juga seyogyanya turut mengawasi prajuritnya dan memberikan dukungan serta motivasi untuk menambah semangat mereka. Terkait masih adanya pelanggaran hukum dan disiplin kemiliteran, para Dansat/Kabalak harus meningkatkan pengawasan, kesejahteraan dan kepedulian terhadap Prajurit dan ibu-ibu Persit, optimalkan peran Bintal Fungsi Komando dan monitor serta ikuti proses penyelesaian hukum permasalahan anggotanya secara tuntas. Keempat, bidang Logistik. Para Dansat/Kabalak jangan pernah bosan mengingatkan kepada para prajuritnya agar senantiasa efektif dan efisien dalam setiap penggunaan barang satuan, sehingga dapat berdaya guna lebih lama, serta tertibkan administrasinya. Khusus untuk masalah hibah, koordinasikan secara baik dengan Pemda atau Instansi lain yang akan memberikan hibah, atur sedemikian rupa sehingga penerimaan hibah tidak di akhir tahun, karena berpotensi tidak terlaporkan penatausahaan hibahnya, dan ini akan menjadi temuan Wasrik yang berulang. Kelima, bidang Teritorial. Menyikapi pesta demokrasi pemilihan anggota Legislatif maupun pemilihan Presiden 2019 yang saat ini pentahapannya sedang berlangsung, saya tekankan untuk kesekian kalinya bahwa setiap Prajurit Kodam XIII/Merdeka wajib menjaga Netralitas TNI, tidak ada toleransi dan tawar-menawar lagi. Para Prajurit dan PNS Kodam XIII/ Merdeka yang saya cintai dan saya banggakan. Perlu diketahui bersama bahwa saat ini Babinsa TNI AD telah menjadi motor penggerak kegiatan teritorial dan tulang punggung satuan teritorial. Tampilan Prajurit TNI AD bagi sebagian besar rakyat Indonesia tercermin pada diri para Babinsa kita, karena merekalah yang sehari-hari bergaul dengan rakyat, manunggal dengan rakyat. Bahkan untuk mendukung kegiatan operasional Babinsa, ada beberapa anggaran yang dialihkan pada Semester II ini, tidak hanya bidang Teritorial Karya Bakti Satnonkowil dan Penghijauan saja, namun sebagian anggaran Intel/Pam juga dialihkan untuk mendukung kegiatan Babinsa. Saat kunjungan kerja Bapak Kasad ke Gorontalo untuk meresmikan Korem 133/Nani Wartabone beberapa hari yang lalu, beliau sangat mengapresiasi para Babinsa yang telah melaksanakan tugasnya melebihi panggilan tugas, banyak Babinsa yang telah memberikan kontribusi positif terhadap permasalahan masyarakat di wilayahnya masingmasing. Oleh karena itu kepada para Babinsa Kodam XIII/Merdeka, tetap jaga performa baik kalian di masyarakat, tingkatkan soliditas dengan Polri, Pemda dan seluruh komponen masyarakat; jalin komunikasi yang erat dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan segenap komponen bangsa di daerah guna memelihara toleransi dan menciptakan suasana yang kondusif. Keenam, bidang Perencanaan. Bulan September ini adalah bulan terakhir Triwulan III TA 2018. Para Ka Satker/Sub Satker agar memperhatikan daya serap anggaran satuannya masing-masing, jangan sampai molor lagi dari target yang telah direncanakan. Tahun depan, mekanisme penyerapan anggaran secara keseluruhan akan menggunakan DIPA Daerah. Oleh sebab itu, seluruh satuan harus segera mempersiapkan sumber daya yang ada mulai dari sekarang untuk menghadapinya. Kepada para Ka Satker/Sub Satker, awasi dan ikuti penyusunan RKA satuan masing-masing agar semua program prioritas benar-benar masuk dalam RKA TA 2019, jangan sampai ada yang terlewatkan atau tidak mendapatkan dukungan anggaran. Ketujuh, bidang Inspektorat. Diingatkan kembali kepada para Asisten/Dansat/Kabalak Dam XIII/Merdeka untuk menyelenggarakan SPI (Sistem Pengendalian Internal) secara memadai sehingga seluruh program kerja, laporan keuangan, pengamanan dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Segera tindak lanjuti temuan Tim Wasrik Itjen TNI, pahami dan cegah terjadinya temuan berulang sehingga harapan Panglima TNI untuk mendapat Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK RI terhadap laporan keuangan TNI dapat terwujud. Peserta Upacara yang saya hormati. Mengakhiri amanat ini, saya tidak akan pernah bosan mengingatkan para Prajurit Kodam XIII/Merdeka untuk senantiasa mampu memelihara dan meningkatkan moril dan moral satuan, loyalitas, profesionalisme keprajuritan (berdisiplin tinggi, jago perang, jago tembak, jago beladiri, dan memiliki fisik yang prima); memiliki jiwa korsa dan sikap perilaku untuk selalu berbuat yang terbaik, berani, tulus dan ikhlas; serta senantiasa bersinergi dengan komponen bangsa lainnya, sehingga kehadiran kita di manapun bertugas dan berada selalu dapat diterima oleh masyarakat.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *