PERJUANGAN KOPDA M. IQBAL HADAPI BENCANA MENDAPAT SIMPATI PANGDAM VI/MLW

PALU (05/11/2018), Kopda Mohammad Iqbal adalah Babinsa Kawatuna Koramil 1308-16/Palu Timur, dia tinggal di Perumahan BTN Korpri Kelurahan Kawatuna. Walaupun belum lunas cicilan rumahnya, namun rumah ini sudah ditempati 3 tahun yang lalu bersama 2 anaknya yang masih SD dan satu orang berusia 1 tahun.

Kopda Mohammad Iqbal sangat bersyukur dapat hidup bahagia di rumah angsurannya itu. Namun Tuhan berkehendak lain, pada tanggal 28 September 2018, gempa bumi, tsunami dan likuifaksi telah memporak-porandakan Palu, Sigi dan Donggala. Beruntung Kelurahan Kawatuna hanya terdampak gempa, padahal kelurahan tetangga yaitu Petobo yang berada tidak jauh dari Kawatuna termasuk daerah terdampak gempa dan likuifaksi yang menelan korban harta benda dan ribuan jiwa. Kogasgabpad mencatat ada sekitar 2. 095 orang korban meninggal yang berhasil ditemukan dan masih banyak yang belum diketahui keberadaanya.

Walaupun hanya terdampak gempa, namun telah merobohkan dinding rumahnya yang belum lama ditempati, sehingga terpaksa ikut mengungsi seperti warga masyarakat yang lain. Kopda M. Iqbal mengisahkan saat terjadi gempa, sedang bersama keluarga di rumah. Akibat goncangan yang sangat kuat 7,4 SR, plafon dan dinding rumahnya roboh. Beruntung tidak menimpa keluarganya dan secara spontan keluar rumah dan mengungsikan keluarganya ke Taweli.

Setelah keluarga dipastikan selamat dan aman, Kopda Iqbal kembali ke wilayah tanggungjawabnya di Kawatuna untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Selanjutnya bersama Babinkamtibmas, Lurah dan Tokoh Masyarakat mengkoordinir masyarakat untuk mencari tempat aman di lapangan Dinamika Kawatuna. Masyarakat Kelurahan Kawatuna berjumlah sekitar 1.500 KK dengan 4000 jiwa lebih. Ternyata masyarakat yang mengungsi ke Kawatuna bertamnah banyak seiring dengan adanya informasi tsunami. Warga Talise, Tondo, Talise Palangguni banyak yg berlari menuju Kawatuna, sehingga ada 5 titik pengungsian.

Kondisi masyarakat yang mengungsi dilaporkan Iqbal ke Kogasgabpad dan langsung direspon dengan memberikan bantuan makanan serta bantuan lainnya yang dibutuhkan masyarakat. Saat membantu para pengungsi, Kopda Iqbal bertemu Pangdam VI/Mlw, Mayjen TNI Subiyanto, saat mengunjungi pengungsian di Kawatuna. Pangdam VI/Mlw bertanya seputar kronologi saat terjadi gempa, termasuk kondisi rumah dan keluarganya. Kemudian Kopda Iqbal menjelaskan secara detail saat gempa terjadi, termasuk kondisi rumahnya dan keluarganya yang ikut mengungsi.

Kisah Kopda Iqbal membuat Pangdam VI/Mlw ikut berempati dan memerintahkan Danyon Zipur 17/AD yang merupakan satuan jajaran Kodam VI/Mlw yang bertugas membantu pemulihan di Palu untuk memperbaiki rumah Kopda Iqbal dan beberapa rumah prajurit lainnya. Pekerjaan dilakukan secara bergotong royong melibatkan anggota Kodim 1306/Donggala dan anggota Zipur 17/AD.

Pembangunan rumah Babinsa ini dipercepat agar para Babinsa bisa fokus membantu penanganan pengungsi, karena pasca masa tanggap darurat, pasukan Kogasgabpad yang terdiri dari 3 matra ditarik kembali ke kesatuannya. Peran kedaruratan Kogasgabpad dalam penanganan bencana beralih kepada Kowil, yaitu Korem 132/Tdl untuk membantu Pemda memulihkan kondisi wilayah ada masa transisi dan masa rehab/rekon.

Leave a Reply