Pindah Mabes, Pangdam XIII Merdeka Pamit

MANADO,- Mayjen TNI Ganip Warsito, Pangdam XIII Merdeka, berpamit kepada para Kasi Korem, Kasdam XIII Merdeka, Aster Kasdam, Kapendam, waas Intel; Kasdam, Kasmin Pangdam, para Dandim, Para Dan/ka Balak jajaran Korem serta 420 prajurit yang berasal dari Raider 712, prajurit jajaran Korem 131 Santiago, jajaran Kodim, Balak Aju dan Balak Rem jumat (16 /3).

Mayjen TNI Ganip Warsito dimutasikan ke Mabes TNI sebagai Patih Ali Tingkat III Panglima TNI Bidang Hubungan Internasional.Mayjen TNI Ganip Warsito menjabat sebagai Pangdam selama satu tahun lima bulan, dan beberapa kali mengantar prajurit di jajaran Kodam XIII Merdeka berprestasi di berbagai bidang keahlian yang dilombakan di tingkat TNI Angkatan Darat.

Mayjen TNI Ganip Warsito juga berhasil mengkoordinir Angkatan udara dan Angkatan Laut, yang ada di wilayah perbatasan Sulawesi Utara dan Filipina, untuk melakukan penjagaan, pencegahan, dan monitoring perbatasan, saat pecah rusuh Marawi Filipina. Kepemimpinan Mayjen TNI Ganip Warsito juga mampu menciptakan stabilitas keamanan di daerah Sulawesi utara, Gorontalo serta Sulawesi Tengah dan Tenggara, di semua wilayah cakupan Kodam XIII Merdeka, saat gencar gencarnya kelompok Santoso diburu.

Jendral Bintang dua ini, merupakan spesialis perbatasan, ahli strategi perang, jebolan Komandan Atambua, dan pernah menjabat Danrem Kalimantan Timur.

Mayjen TNI Ganip Warsito adalah Pangdam pertama yang menakodai Kodam XIII Merdeka, setelah 31 tahun lamanya kodam ini dibekukan, dan dihidupkan kembali pada 2016 lalu.

Kodam XIII Merdeka ini berdiri pada 16 juni 1958 dan dibekukan pada 1985. Tercatat telah memiliki 13 Pangdam, dan 3 orang Pangdam berakhir tugas dengan pangkat Jendral bintang empat, dan 4 orang Pangdam berakhir dengan pangkat Jendral bintang tiga.

” Ini sebuah kebanggan di Sulawesi Utara pernah ada Pangdam yang memimpin dengan pangkat bintang empat dan bintang tiga. Dan ini sungguh membanggakan. Karena itu semua foto beliau 13 Pangdam tersebut saya pajang di ruang Kodam XIIImerdeka, tempat saya berkantor. kenapa? Saya tidak ingin menghilangkan marwah atau sejarah dari Kodam XIII Merdeka ini. Kalo dari hari dihidupkan kembali pada Desember 2016 lalu saya tercatat Pangdam pertama, tetapi kalo menilik sejarah Kodam yang pernah ada ini dan sebelum dilikuidasi, sejarah mencatat sudah ada 13 Pangdam sebelumnya. Jadi saya Pangdam ke-14 bila dilihat dari sejarah berdirinya awal Kodam XIII Merdeka ini pada 16 Juni 1958 .” jelas Mayjen TNI Ganip Warsito dihadapan prajurit jajaran Kodam XIII Merdeka.

Kepada para prajurit,Mayjen TNI Ganip Warsito berharap agar tetap menjadi manusia yang membanggakan, yang lahir dari rakyat dan untuk rakyat. Melindungi rakyat dan segenap komponen bangsa . “Saya berterima kasih yang tak terhingga atas semua bantuan kalian pada saya saat menjabat Pangdam. Kalo kesuksesan dapat saya raih, ini bukan usaha saya sendiri semata, tetapi karena ada kalian, ada prajurit prajurit tangguh seperti kalian. Saya bangga pada kalian semua. Tapi mutasi adalah hal yang lumrah di tubuh TNI AD, kalian tetap menjadi saudara saudara saya. Dan saya percaya, kalian pasti juga akan capai tingkat kesusksesan yang maksimal. Jaga kesehatan, rajin dan jangan malas, hindari pelanggaran, dan bentuk diri kalian sebagai prajurit yang siap ditempa untuk sukses. Mohon maafkan saya kalo ada kehilafan saya semasa saya bertugas disini. Saya juga manusia biasa, yang banyak kekurangan, semoga kesalahan saya bisa dilupakan.” tandas Pangdam
Pengarahan dan pamitan Pangdam XIII Merdeka pada Jumat hari ini, diakhiri dengan didaulatnya Pangdam untuk membawakan lagu untuk ratusan prajuritnya di jajaran Kodam dan Korem.

Dengan sikap yang khas yaitu senyum dan guyon, Pangdam menyanggupi permintaan prajuritnya, lagu yang dipopulerkan group band Radja berjudul Aku Ada Karena Kau Ada. Terlihat ratusan anggota jajaran Kodam dan Korem serta 420 prajurit stand up dan ikut menyanyi sambil melambaikan tanggan, dan ada yang menetes air mata terharu saat melihat Pangdam XIII Merdeka menyanyi dengan mata berkaca kaca. Usai lagu tersebut Pangdam masih membawakan satu buah lagu pamungkas berjudul Dia.

Mengakhiri lagu tersebut tanpa di komando prajurit Raider 712/WT langsung mengangkat Pangdam dan mengaraknya sampai ke gerbang Makorem 131 Santiago menuju kendaraan Pangdam, untuk pamitan kembali ke Kodam mempersiapkan tatap muka dan pamitan dengan tokoh agama, praktisi, tokoh masyarakat, lembaga dan Insan Pers.

Leave a Reply