Pangdam XIII/Merdeka Tinjau Tiga Mega Proyek TNI AD di Manado

MANADO,Keberadaan satu gelar pasukan perlu didukung oleh ketersediaan sarana dan prasarana fisik pendukung.Sehubungan dengan hal itu kondisi dan keselamatan serta fungsi sarana dan prasarana perlu terjamin kelangsungannya.Dalam rangka hal tersebut diatas,maka Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito,Rabu (27/12/2017) melakukan peninjauan tiga lokasi pembangunan fisik yang kini dilaksanakan Kodam XIII/Merdeka di kota Manado yakni proyek pembangunan Rusunawa di Kombos, Markas Yonif Raider 712/Wiratama di Bailang dan proyek Rehab rumah dinas milik RS R.W.Monginsidi Teling.

Pada kesempatan itu meninjau tiga mega proyek TNI Angkatan Darat melalui Kodam XIII/Merdeka Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito didampingi Kazidam XIII/Merdeka Kolonel Czi Sujadi mengamati, meneliti serta memeriksa secara detail proses pekerjaan di tiga lokasi yang ditinjau.Hal itu dia lakukan antara lain untuk memastikan apakah proyek-proyek itu telah dikerjakan secara benar dan sesuai rencana kerja khususnya yang berkaitan dengan persoalan teknis pekerjaan termasuk kerapian pekerjaan.

Sementara itu Pangdam XIII/Merdeka melalui Kazidam XIII/Merdeka Kolonel Czi Sujadi ketika diwawancarai via telepon genggamnya antara lain mengatakan bahwa hingga saat ini untuk pembangunan Rusunawa telah mencapai 97 persen atau tinggal finishing saja,sementara proyek Rusunawa terdiri 2 tipe yakni Tipe 57 diperuntukkan untuk para Waas yang berjumlah 36 KK sedangkan Tipe 45 untuk para anggota yang berjumlah 36 KK termasuk didalamnya sarana dan prasarana pendukung seperti garasi.”Hingga saat ini pekerjaan pada tiga proyek itu berjalan sesuai rencana kerja dan perintah Komando atas.”ungkapnya.

Kazidam menambahkan untuk pembangunan Markas Yonif Raider 712/Wiratama yang berlokasi di Bailang pengerjaannya pada bagian rencana perkantoran telah mencapai 40 persen sedangkan untuk perumahan sudah 35 Persen.”Pembangunan ini mengalami keterlambatan hal ini disebabkan tanah pada lokasi pembangunan ini mayoritas tanah berbatu.”tandasnya sambil menambahkan pembiayaan ketiga proyek diatas bersumber dari anggaran Mabes tahun anggaran 2017.

This entry was posted in MAKODAM. Bookmark the permalink.

Leave a Reply