Pangdam XIII Periksa Kesiapan Yonif 715


Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito SE MM memeriksa kesiapan Batalyon Infanteri (Yonif) 715 dalam rangka penugasan operasi pengamanan perbatasan (Pamtas) RI-RDTL yang bertempat di Mayonif 715/Motuliato, Kolonino, Gorontalo (19/12).

Apel kesiapan Yonif 715/Mtl diawali dengan paparan Danyon 715/Mtl kepada Pangdam XIII guna mengetahui sejauh mana perlengkapan dan personil satuan tersebut dihadapkan dengan tugas-tugas diperbatasan nantinya.
Hadir Dalam Kunjungan Pangdam XIII/Mdk tersebut, Asops Kasdam XIII/Mdk, Katopdam XIII/Mdk, Kapaldam XIII/Mdk, Danbrigif 22/OM, Wakahubdam XIII/Mdk, Wakakesdam XIII/Mdk, Danyon 715/Mtl.
Kemudian Asops Kasdam XIII/Mdk Kolonel Inf Moh Mahmud Suharto Amir memeriksa secara fisik di lapangan dengan menggelar semua perlengkapan Satuan tersebut, untuk selanjutnya menjadi bahan laporan ke komando atas dan kesiapan menerima Kunjungan dari Mabesad dan Mabes TNI.

Pangdam XIII Mdk dalam Sambutannya mengatakan,
Gelar kesiapan pasukan ini merupakan salah satu upaya Komando untuk mengecek dan memastikan sejauh mana kesiapan Satgas Yonif 715/Motuliato untuk menjalankan tugas negara, yakni menjaga dan mengamankan perbatasan darat Indonesia – Timor Leste di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Segenap Prajurit Motuliato yang saya banggakan,
Perbatasan darat Indonesia – Timor Leste merupakan salah satu titik rawan yang harus dikontrol dengan sebaik-baiknya guna menjaga martabat dan harga diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar dan cinta damai.

Lebih lanjut dikatakan Pangdam, Sementara itu banyak warga Timor, baik yang warga negara Indonesia dan tinggal di bagian Timur Pulau Timor maupun yang berkewarganegaraan Timor Leste di bagian Barat Pulau Timor, yang masih merasa bahwa mereka adalah satu keluarga, satu suku bangsa, namun terpaksa berbeda kewarganegaraan.
Hal ini tentunya mengundang berbagai kerawanan yang mungkin tidak disadari oleh mereka, baik yang berkaitan dengan bidang pertahanan, hukum, ekonomi maupun keamanan.
Dari berbagai permasalahan di atas, yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah kemungkinan terjadinya penyelun-dupan senjata api, narkoba, pelintas batas ilegal, illegal logging dan pemindahan patok batas negara serta mereka yang mempunyai agenda tertentu yang mungkin dapat mengganggu stabilitas keamanan dalam negeri Indonesia.
Kemudian Pangdam tambahkan, Terkait dengan hal tersebut di atas, Komando Atas telah mempercayakan tugas mulia negara untuk menjaga dan mengamankan perbatasan darat RI – RDTL kepada Prajurit Yonif 715/Motuliato.
Oleh karena itu saya sungguh berharap bahwa kalian, para Prajurit Motuliato, dapat menjalankan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Tunjukkan bahwa kalian adalah Prajurit Kodam XIII/Merdeka yang dapat diandalkan untuk menjalankan tugas negara dengan penuh semangat dan dilandasi sikap disiplin yang tinggi.

Siapkan fisik dan mental kalian dengan baik, karena setiap perorangan harus benar-benar siap bertugas. Bagaimana pun juga, kesiapan satuan untuk melaksanakan tugas berawal dari kesiapan para prajuritnya, dan jangan pernah bosan/berhenti berlatih, sehingga kemampuan kalian tetap ter-pelihara dengan baik.
Siapkan segala kebutuhan yang diperlukan, agar kalian nanti tidak malah menyulitkan warga yang tinggal di sana. Manfaatkan waktu yang ada secara maksimal sebelum berangkat untuk meleng-kapi segala sesuatu yang dibutuhkan nantinya di tempat tugas.

Kepada Danbrigif 22/Otamanasa, koor-dinasikan terus secara intensif dengan para Kabalak Dam XIII/Merdeka terkait Alkap satuan dan perorangan Satgas Yonif 715/Motuliato yang akan digunakan dalam menjalankan tugas Ops Pamtas Darat RI – RDTL agar tidak terkendala dengan hal-hal yang bersifat non teknis.

This entry was posted in MAKODAM. Bookmark the permalink.

Leave a Reply