Korem 131 Santiago Gelar Rakor Upsus Pajale

MANADO,Dalam rangka mendorong peningkatan pencapaian target Luas Tambah Tanam(LTT) Padi Jagung Kedelai (Pajale) dan Serapan Gabah Petani (Sergap) di wilayah provinsi Sulawesi Utara (Sulut) TA 2017,Komando Resort Militer (Korem) 131/Santiago melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Upaya Khusus (Upsus) Pajale dan Sergap di aula Santiago Makorem 131/Santiago.

Komandan Korem 131/Santiago dalam sambutannya mengatakan kegiatan Rakor ini dimaksudkan untuk mendorong peningkatan pencapain target Serapan Gabah Petani (Sergap) yang hingga saat ini beranda pada peringkat terendah ketiga secara nasional.”Serapan gabah petani di Sulut sangat memprihatinkan, makanya Rakor dilaksanakan di daerah ini guna memotivasi dan merumuskan bersama solusinya.”ujarnya.

Dia menambahkan,secara teknis dan data yang ada sejak dua tahun terakhir ini kerjasama TNI dan Dinas Pertanian telah melakukan upaya pembantuan dalam bidang Pertanian yang menyangkut penanaman padi perdana dan cetak sawah baru,meski soal penyerapan padi milik petani masih sangat rendah.”Rendahnya daya serap padi petani di wilayah Provinsi Sulut harusnya menjadi salah satu hal yang diperhatikan dan dicarikan solusinya secara bersama dalam forum Rakor ini.”tandas Simanjuntak sambil menegaskan guna mendukung kesuksesan pencapaian target LTT dan serap itu dia memerintahkan aparat Babinsa untuk jadi penggerak bidang pertanian diwilayah masing-masing sebagaimana diatur dalam Undang-undang nomor 34 tahun 2004 Tentang TNI pada pasal yang terkait dengan dukungan kepada perintah daerah.

Sementara itu ditempat yang sama, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian Ir Mulyadi Hendiawan ketika diwawancarai Barometersulut.com mengatakan kerjasama dinas pertanian dan TNI adalah meliputi LTT dan Sergap.

Dia mengatakan untuk wilayah Provinsi Sulut untuk LTT selalu melewati target,namun khusus untuk program Sergap hingga saat ini capaiannya baru mencapai 2500 ton atau 8 persen dari 24 ribu ton yang di targetkan selama tahun 2017 ini.”Dalam proses kerjasama dinas Pertanian dengan TNI dalam proses pendampingan saja,artinya secara teknis para Babinsa selaku pendamping saja.”ungkap Mulyadi sambil menambahkan jika kondisi serapan gabah petani di Sulut tetap tidak meningkat serta masih bergerak memprihatinkan maka perlu diawasi dan koreksi.(Regina.TS)

This entry was posted in KOREM 131. Bookmark the permalink.

Leave a Reply